Dunia internasional berlomba menawarkan bantuan pada Indonesia yang terpukul akibat gempa di Yogya. Menlu Selandia Baru misalnya, menyebutkan dua stafnya akan meninjau daerah bencana untuk mengetahui bantuan apa yang diperlukan. Dia juga mengindikasikan tak ada warga Selandia Baru yang berada diantara nama korban gempa Yogya.
Sedangkan pemerintah Korea Selatan mengirimkan 19 tenaga medis. Tim ini membawa kebutuhan medis senilai 100 ribu dolar. Demikian dilansir The Korea Times.
Masyarakat Palang Merah Jepang akan menyumbang 100 juta yen. Pemerintah Jepang juga telah memutuskan untuk memberikan bantuan hibah senilai US$ 10 juta. Selain itu pula, Jepang juga mengirimkan bantuan berupa barang senilai 20 juta Yen.
Singapura juga mengirim 2 tim medis. Tim pertama terdiri dari 35 tim medis militer dan 43 adalah anggota Angkatan Pertahanan Sipil. Mereka terbang ke Yogya dengan menumpang 3 pesawat militer.
Presiden Cina Hu Jintao juga menawarkan 2 juta dolar pada Presiden SBY dan akan mengirimkan regu penyelamat dan bantuan yang diperlukan.
Kanada juga berkomitmen menyokong 2 juta dolar dan sekitar 30 warga Kanada berada di daerah bencana.
Pemerintah Belanda menyumbang €1 juta untuk korban “Gempa Yogya” seperti disebutkan oleh Menteri Kerjasama Pembangunan Agnes van Ardenne mengumumkan hari Minggu.
Uni Eropa mencairkan €3 juta untuk korban gempa. Komisaris Eropa untuk Kerjasama Pembangunan Louis Michel menyebut gempa itu sebagai tragedi, sebagaimana diberitakan koran Belgia, De Morgen. Bantuan setara Rp 35,7 miliar itu akan disalurkan melalui Palang Merah Internasional.
Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri telah menyiapkan dana untuk bulan Mei hingga Agustus 2006 sebesar Rp 75,45 miliar yang dialokasikan dialokasikan untuk kebutuhan makanan Rp 26,7 miliar, kesehatan Rp 10 miliar, tenda Rp 20 miliar, pengadaan air bersih Rp 6,25 miliar, mandi cuci kakus (MCK) Rp 500 juta, dan penerangan Rp 5 miliar.
Namun demikian angka tersebut masih dimungkinkan untuk berubah. Pasalnya rapat yang digelar Wapres bersama dengan menteri terkait yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga 22.20 WIB masih belum usai. Agenda rapat adalah pembahasan dana bantuan asing untuk korban gempa dan dana tanggap darurat. Bakornas PBP diketuai oleh Wapres Jusuf Kalla. Bertindak sebagai Ketua Harian adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie.
Compiled from Detik.com

Women Lifestyle
Women Gossip
Women Fashion
Women Health
Women Beauty
Women Business
Women Personality
Diary of Women Lifestyle, Fashion, Health, Beauty and Personality
Submit Article | What Pople Say | Contact
Us | Social
Bookmarking | Sitemap
@Copyright 2005-2008