Apa kabar Playboy Indonesia? Setelah lama tak terdengar, Playboy Indonesia ternyata memutuskan untuk pindah kantor ke Bali yang alamat persisnya masih dirahasiakan di Denpasar. Kantor Playboy di Denpasar menempati lahan milik I Gusti Ngurah Arta. Ngurah Arta-lah yang menawari Pemred Erwin Arnada pindah ke Bali. Ditanya tentang kepindahan kantor Playboy ke Bali, Ngurah Arta juga menegaskan bahwa sejatinya, bos Playboy di AS ingin Playboy Indonesia berbasis di Bali. “Soalnya Bali adalah wilayah internasional,” kata Ngurah Arta. Namun di awal operasinya, Playboy memilih berada di Jakarta karena kebanyakan awak redaksinya yang berada di Jakarta sudah berkeluarga.
I Gusti Ngurah Arta, pria 40-an tahunan ini adalah ketua Perguruan Sandi Murti dan guru spiritual Pemred Playboy Erwin Arnada dimana Erwin sendiri adalah murid Perguruan tersebut angkatan ketiga tahun 1992. Ngurah Arta mengaku Playboy diperkenankannya berkantor di lahannya tanpa sewa alias gratis.
Mengenai kekhawatiran diserbu lagi oleh mereka yang kontra Playboy, Ngurah Arta menjawab, “Ngapain saya khawatir. Kasihan orang cari isi perut kok dibegitukan. Padahal itu hal positif.”
Dan kini, setelah Playboy Indonesia edisi satu telah terbit 7 April lalu dan absen pada Mei menyusul suasana yang tidak kondusif, pada Juni ini, Playboy Indonesia edisi 2 segera meluncur.
“Ini sikap bahwa dia (Pemred Erwin Arnada) tidak tunduk pada tindakan semena-mena. Kalau menghilang begitu saja, hal ini (kekerasan) akan terus berlanjut,” alasan I Gusti Ngurah Arta mengenai keberanian majalah bulanan ini.
Menurut Ngurah Arta, pada edisi kedua nantinya Playboy lebih banyak mengangkat hal-hal yang berbau Bali, namun jauh dari seks. “Seperti fenomena Sekeha Teruna-Teruni (karang taruna-red), Jegeg Bagus (semisal abang-none Jakarta-red), sehingga generasi muda di Bali bisa berbicara di tingkat nasional.” Ngurah Arta mencontohkan Playboy edisi perdana yang mengangkat kisah Me Tanjung yaitu kisah wanita tradisional di Kabupaten Karangasem, Bali.
Sejak sukses mendapatkan izin dari Playboy di AS sana, Erwin dkk untuk menerbitkan Playboy Indonesia yang 70% mengangkat budaya Indonesia. “Isinya benar-benar berbeda dengan Playboy di negara lain,” kata Ngurah Arta.

Women Lifestyle
Women Gossip
Women Fashion
Women Health
Women Beauty
Women Business
Women Personality
Diary of Women Lifestyle, Fashion, Health, Beauty and Personality
Submit Article | What Pople Say | Contact
Us | Social
Bookmarking | Sitemap
@Copyright 2005-2008